New Post

Rss

June 13, 2015
Menulis Teks Terbalik

Menulis Teks Terbalik



Tuliskan teks yang ingin dibalik di kotak yang berwarna biru, hasil terbaliknya akan muncul di kotak yang berwarna hijau. Jika yang dimasukkan huruf kapital, maka hasilnya akan dikonversi ke huruf kecil. Sedangkan jika yang dimasukkan berupa angka, maka yang ditampilkan seperti aslinya, belum bisa dibalik karena belum support.
June 10, 2015
Menyaring Data Berdasarkan Beberapa Kriteria

Menyaring Data Berdasarkan Beberapa Kriteria


Menyaring data pada tabel dengan satu atau lebih kriteria bisa dilakukan secara semi manual dengan menggunakan menu "Advanced Filter" (di Office 2010 terletak di tab menu Data). Kali ini saya akan sharing bagaimana menghimpun data pada tabel yang sudah ada berdasarkan satu/lebih kriteria pada tabel baru dengan menggunakan VBA. Supaya lebih mudah, langsung ke contoh saja, saya punya data tentang frekuensi gempa di pulau-pulau besar di Indonesia yang saya dapat dari BPS. Dengan sedikit modifikasi saya ubah susunan tabelnya supaya bisa diterapkan filter.
June 8, 2015
Tebak Angka 2

Tebak Angka 2

Permainan ini saya peroleh dari sebuah buku yang pernah saya baca di sebuah toko buku, dulu jaman saya masih esempe. Seperti judulnya, tujuan permainan ini yaitu menebak angka yang dipikirkan oleh lawan main. Angka tersebut harus berada di range antara 5 sampai 60.

Pertama, suruh lawan main kamu untuk memikirkan angka dari 5 sampai 60, lalu minta teman kamu untuk mengingatnya. Kemudian minta teman kamu untuk membagi angka tersebut dengan 3, dan tanyakan berapa sisanya (sisa dari pembagian, bukan hasil pembagian). Misal, jika teman kamu memikirkan angka 10, berarti jika dibagi dengan 3 maka hasilnya adalah 3 dengan sisanya adalah 1. Jika teman kamu memikirkan angka 59, maka jika dibagi dengan 3 maka hasilnya adalah 19 (3 x 19 = 57) dan sisanya adalah 2 (59 – 57 = 2). O ya…minta teman kamu untuk menyebutkan sisanya saja, hasilnya tidak perlu disebutkan. Setelah kamu mengetahui sisanya, diam-diam kamu kalikan angka sisa tadi dengan 40, lalu ingat-ingat angka tersebut (lawan main tidak perlu tahu). Misal, jika sisa pembagian tadi adalah 2, maka kalikan 2 dengan 40, jadinya 80. Ingat-ingat angka 80 ini, karena ini merupakan penunjuk jalan.
June 5, 2015
Krisis Ketombe

Krisis Ketombe


Ketombe itu bagaikan pupuk. Semakin banyak ketombe di kulit kepala, semakin subur pula kulit kepala. Dan semakin subur kulit kepala, semakin suburlah pemikiran-pemikiran yang berbuah dari dalamnya. Coba perhatikan, orang yang berpikir itu biasanya suka menggaruk-garuk kulit kepalanya. Secara tidak sadar, orang yang berpikir itu sebenarnya ingin menebar ketombenya supaya merata dan tidak terpusat di satu tempat, sehingga kesuburan pun bisa terdistribusi merata dan hasil akhirnya solusi cerdas pun muncul. Jadi bersyukurlah orang-orang yang kulit kepalanya tak pernah bersih dari ketombe, walaupun sudah mencoba shampo anti dandruff yang kata iklannya nomor satu di dunia. Apalagi nih…kalau di kulit kepalanya itu juga ada peternakan kutu. Wah…itu luar biasa banget sob. Kutu-kutu itu bagaikan kerbau yang membajak sawah. Semakin banyak kutu, semakin gemburlah kulit kepala sehingga mudahlah ditanami dengan berbagai benih pemikiran, mulai dari ilmu filsafat, musik, matematika sampai ilmu raja gombal. Selain itu, kutu-kutu juga punya tugas mendistribusikan ketombe secara merata di setiap jengkal kulit kepala. Jadi jangan malu lagi memakai baju berwarna gelap kalau anda berketombe. Itu tandanya anda menyimpan segudang pemikiran dan solusi cerdas untuk membuat keadaan menjadi lebih baik.
no image

Tapak Buddha Turun Dari Langit

Geng Motor

Syahdan di suatu malam saya dan seorang kawan sedang nongkrong di sebuah warung tenda menikmati menu oseng-oseng mercon di pinggiran jalan yang dekat dengan persimpangan. Belum habis menu yang kami santap, beberapa anak muda penunggang motor bersliweran memamerkan suara motornya yang nggak merdu namun sangat berisik, benar-benar mengoyak ketenangan dan menyayat keheningan. Ada yang single, ada juga yang boncengan. Ada yang pake helm, yang nggak pake juga ada. Terkadang standar didorong dengan kaki sampai menyentuh aspal untuk menimbulkan percikan api. Anak muda..anak muda.. rupanya mereka tidak sedang (atau belum) balapan, mereka hanya thawaf berputar-putar mengelilingi blok demi aktualisasi diri. Lumayanlah, deru motor itu menjadi musik pengiring makan malam kami.

Selesai makan, saya bertanya kepada kawan, andai ada salah satu dari mereka yang jatuh nyemplung ke gorong-gorong dan jatuhnya dekat dengan dia, apakah dia akan menolongnya? Kawan saya menjawab tidak. Pertanyaan itu saya ulang lagi, kali ini buat diri sendiri. Dan jujur, jawaban saya pun sama, saya tidak akan membantu kalau ada ugal-ugalaners yang jatuh. Wow…saat itu juga saya merenung dan saya agak terkejut, ternyata saya tidak lebih baik dari mereka yang ugal-ugalan di jalan, saya nggak ada bedanya dengan mereka, sama-sama brengseknya, bahkan mungkin lebih brengsek. Karena, apakah otomatis saya ini jadi orang yang lebih baik dari mereka jika saya bersorak kegirangan jika ada dari mereka yang ndelosor, “horee…sukurin loe”. Kalau anak-anak muda itu tidak peduli dengan lingkungan dan masyarakat sekitar yang sedang beristirahat atau ingin menenangkan diri di malam hari, saya juga nggak peduli dengan orang yang sedang kesusahan, walaupun itu akibat ulahnya sendiri. Kalau anak-anak muda itu blak-blakan dengan tegas mengungkapkan ketidakpeduliannya, kalau saya sedikit lebih munafik dengan berpura-pura menjadi manusia yang baik dan yang peduli dengan lingkungan, padahal saya lebih keji. Ternyata saya bukan pria u-mild, apalagi orang baik, mendekati pun nggak.

Preett

Kalau ada cewek atau cowok ditanya tentang apa yang disuka dari pasangannya, jawaban mbelgedesnya, “dia itu orangnya baik, pengertian, setia, blah blah blaa….” (preeeet). Dan setelah beberapa minggu pacaran, “kamu sekarang sudah berubah, aku kangen kamu yang dulu, dan blah blah blah….” (preeet dua kali, padahal mungkin aslinya dia udah bosen). Itulah kebaikan yang semu, cuma jadi kamuflase untuk memikat orang lain. Baik cuma kalau ada maunya. Setelah mau didapat, sikap baik pun lenyap.

Pernah nggak nonton film dimana pada akhir cerita si jagoan ternyata lebih memilih untuk memaafkan si musuh daripada menghabisinya, padahal si musuh ini jahatnya uleng-ulengan, contohnya film Kungfu Hustle. Kalau boleh jujur, saya sendiri gregetan, kenapa gak dihabisin aja tuh musuhnya, bisa-bisa entar bangkit lagi dan menyerang balik si jagoan. Nah…itu satu lagi bukti kalau saya ini belum jadi orang baik. Kalau saya punya hati yang baik, tentu saya akan senang dan bangga sama si jagoan yang pemaaf. Bahkan di pertengahan film saya sudah berharap kalau ada adegan maaf-maafan (kayak pas lebaran gitu… ) di ending-nya. Namun nyatanya saya nggak sebaik itu (atau belum kali ya). Bahkan saya ini orangnya pendendam. Sekali ada nyamuk nemplok di kulit, saya nggak akan tidur sebelum darah nyamuk itu muncrat, kalau perlu saya bikin penyok tu nyamuk pake jurus tapak budha turun dari langit.
June 3, 2015
Tebak Angka

Tebak Angka


Di permainan ini, kamu akan akan diminta untuk memikirkan sebuah angka sembarang, mau satuan, puluhan, ratusan atau ribuan juga boleh. Tapi biar nggak kerepotan pilih saja angka kecil dari 1 sampai 100, karena nantinya kamu akan diminta menjumlahkan/mengurangi angka tersebut dengan angka lain yang diacak. Di akhir permainan, program akan menebak angka terakhir yang kamu dapat, bukan angka yang kamu pikirkan di awal, tapi angka terakhir yang didapat setelah beberapa kali penjumlahan/pengurangan. Klik link "MULAI" untuk memulai.
June 2, 2015
Lebih baik menyalakan lilin

Lebih baik menyalakan lilin

 Sebelumnya saya ingin menulis begini di status, "direktur adalah orang beruntung yang kebetulan berada di tempat dan waktu yang tepat untuk dianggap berjasa dalam sukses perusahaan tanpa harus berbuat sesuatu yang istimewa". Tapi tidak jadi. Bukannya takut, tapi seperti ada yang menjewer telinga saya.
Copyright © 2015 ExcelPix All Right Reserved
Shared by Themes24x7